Dakwah Mereka Berbeda Tapi Saling Mencintai Karena Allah, Ustadz Arifin Ilham dan Ustadz Khalid Basalamah

(Ambiguistis) - Ustazd Muhammad Arifin Ilham diketahui berteman akrab dengan Ustazd Khalid Basalamah. Meski kedua sosok ini memiliki gaya yang berbeda dalam menyampaikan dakwah Islam, namun pertemanan di antara keduanya tetap terjalin baik.


Bahkan, saat Ustazd Arifin Ilham sempat menyampaikan pendapatnya soal sosok Ustazd Khalid saat temannya tersebut tertimpa masalah baru-baru ini saat menyampaikan ceramah. Ia mengatakan, dakwah Ustazd Khalid memang kental dengan gaya Salafi yang dikenal tidak lepas dari bahasan dan rujukannya selalu Alquran dan sunnah Rasulullah.

"Dan beliau tsiqqoh mendakwahkan dan istiqomah mengamalkannya. Pribadi yang tegas, wibawa, santun, murah senyum, mudah akrab dan sangat menghormati perbedaan," ujar pimpinan Majelis az-Zikra ini.

Penilaian Ustazd Arifin Ilham ini mendapat tanggapan langsung dari Ustazd Khalid. "Ana (saya, Red) menjawab kalimat suci dan mulia antum (kamu, Red) yang mencintai ana karena Allah dengan panduan Utusan Allah mulia Rasulullah Sallallahu Alaihi Wa Sallam: Ahabbakallahu Alladzi Ahbabtani Fihi (Semoga Allah mencintaimu yang karena-Nya engkau mencintaiku)," tulis Ustazd Khalid dalam surat balasannya kepada Ustazd Arifin Ilham.

Dalam salinan surat yang diterima Republika.co.id pada Sabtu (11/3) tersebut, Ustazd Khalid juga menuliskan bahwa ia tidak membenci mereka yang telah menolaknya saat ia memberikan ceramah di Sidoarjo dan Banjarmasin. "Alhamdulillah kecintaan kepada sesama Muslim telah melekat kuat dalam hati saudaramu ini, sebaliknya saya mendoakan kebaikan untuk mereka (para pembenci)," tuturnya.

"Semoga rahmat dan hidayah Allah senantiasa bersama saudara-saudaraku yang telah niat baik menasehati ana sehingga ana lebih berhati-hati dalam berdakwah dan menyadari ternyata masih ada saudara-saudara Muslim yang belum ana jangkau," ujarnya menambahkan.

Dalam suratnya Ustazd Khalid juga mengutip kisah Ibnu Abbas Radiallahu Anhuma yang pernah di caci oleh seseorang Muslim maka beliau diam dan mendengarkannya dan setelah selesai beliaupun malah memberi hadiah kepada pencaci.

Ali bin Husain (Zainal Abidin) pernah di caci seseorang lalu ia diam mendengarkannya sampai selesai lalu berkata pada pencaci: Engkau belum banyak mengenalku, bila engkau mengenalku maka niscaya akan lebih banyak hal yang akan engkau ucapkan. Lalu Ali memerintahkan agar pencaci di beri 1.000 dirham.

"Makin tinggi akhlak seseorang maka makin mulia ia dan termasuk akhlaq mulia memaafkan dan meminta maaf," tulis Ustazd Khalid.

Ia juga menulis bahwa tidak mengenal sosok Arifin Ilham kecuali kemulian jiwa, santun dan gemar bermuamalah baik sesama Muslim juga para dai serta tidak ragu bertanya walau sudah faham demi memastikan kebenaran lalu mengikuti kebenaran.

"Semoga Allah senantiasa menjagamu wahai saudaraku seiman dan menyatukan kita semua di surga firdaus-Nya yang damai..amin," tulis Ustazd Khalid dalam penutup suratnya. (Ambi/Republika)
Tag : Berita, Nasional
Back To Top