Syaikh Ahmad Yassin, Kakinya Memang Lumpuh Tapi Hatinya Sekokoh Karang

(Ambiguistis) - Pada 1973, syaikh Ahmad Yassin seorang tokoh kharismatik HAMAS di masa depan mendirikan sebuah organisasi bernama Al-Mujamma Al-Islami. Al-Mujamma adalah sebuah organisasi sosial yang bergerak dalam kesehatan, bank darah dan kepemudaan. Organisasi ini juga bergerak dalam hal beasiswa bagi para pemuda Palestina yang ingin melanjutkan studi ke Saudi dan Eropa.


Kedekatan Ahmad Yassin dan IM menciptakan kerja sama yang baik di antara keduanya. Berdirinya Al-Mujamma dan hadirnya Ahmad Yassin adalah solusi kebuntuan pergerakan IM setelah perang Arab-Israel 1967. IM menggunakan Al-Mujamma sebagai momentum untuk memusatkan reorganisasi kepemimpinan di internal IM. Reorganisasi ini membuat IM menjadi lebih bersatu dan kuat dengan bergabungnya IM di Gaza, Yordania dan Palestina menjadi satu bagian.

IM juga mempergunakan Al Mujamma sebagai kerangka kerja intitusional dalam aktivitas vitalnya. Akhirnya, secara efektif seluruh pergerakan Islam yang terafiliasi dengan IM ada di bawah kendali dan berpusat komando pada Al Mujamma. Reorganisasi ini membuat IM di wilayah pendudukan menjadi lebih birokratis dan terpusat, sehingga segala bentuk bimbingan, intruksi dan dukungan dari IM serta pimpinannya berpusat di Yordania.

Sebagaimana komando dari pusat IM Mesir bahwa untuk sementara waktu tidak melakukan konfrontasi bersenjata dengan Israel. Masa-masa tenang ini digunakan untuk kegiatan sosial, pendidikan sembari melakukan perbaikan di internal IM. Hal ini dilakukan untuk menghindari pemblokiran gerakan Islam oleh Israel.

Pergerakan perlawanan IM mulai menggeliat pada periode tahun 1983 hingga 1987 ditandai dengan fase persiapan langsung melawan pendudukan Israel. Hingga akhirnya Hamas terbentuk bersamaan dengan pecahnya Intifadhah pertama pada 8 Desember 1987 di kemah pengungsian Jabalya Gaza yang diawali dengan perundingan antara rakyat Palestina dengan Majelis penguburan korban konflik Palestina-Israel. (Ambi/Kiblat)