Manusia Itu Lemah dan Rapuh, Gitu Aja Sombong Enggan Ibadah - Ustadz Oemar Mita

Tags

(Ambiguistis) - Allah menegaskan dalam hadits qudsi bahwasanya manusia itu penuh dengan kelemahan. Manusia itu jika lapar, maka tidaklah ia kenyang melainkan Allah yang menghendaki ia kenyang. Sungguh manusia itu pun pada dasarnya tidak memiliki apa pun selain yang Allah berikan hak padanya untuk dimiliki.


Tidak ada yang perlu disombongkan dari diri manusia. Setiap dirinya adalah milik Allah. Maka sungguh hanya Allah yang Mahakaya dan Mahamemiliki. Tiada yang dapat memberikan serupa dengan pemberian Allah. Hal ini terkadang diingkari oleh manusia. Ada sikap sombong dalam diri manusia yang hendak menyatakan diri sebagai penguasa dunia. Padahal tidaklah apa yang ia upayakan itu melainkan akan kembali kepada Allah.

Oleh karenanya ladang terbaik untuk kita menuai panen adalah di dunia. Panen pahala akan kita dapatkan jika kita memahami siapa sebenarnya diri kita. Kita adalah manusia yang begitu lemah. Oleh karenanya kita membutuhkan Allah.

Rasa kebutuhan kita kepada Allah itu tidak lain diwujudkan dengan beribadah. Peribadahan yang lurus adalah hanya kepada Allah. Jika peribadahan itu ditujukan kepada materi duniawi, maka waktu ibadah pun menjadi nomor dua setelah pekerjaan.

Jangan dipungkiri, masih banyak di sekitar kita yang menghamba pada pekerjaan. Sibuk menyelesaikan pekerjaan yang dirasa tanggung namun akhirnya menyiakan waktu sholat. Bahkan masjid-masjid sepi saat sholat berjama'ah berlangsung. Justru masjid mulai ada segelintir orang sholat dan itu pun sudah jeda sekian jam dari waktu adzan berkumandang.

Tidaklah tersia apa yang kita upayakan jika Allah saja kita tiadakan dalam keseharian kita. Memisahkan antara ibadah dari komponen kehidupan sehari-hari adalah tindakan fatal. Sebab, sejatinya setiap aktivitas kita haruslah bernilai ibadah.



EmoticonEmoticon