Tanya Jawab Hukum Ziarah Kubur - Ustadz Oemar Mita

Tags

(Ambiguistis) - Hukum ziarah kubur sebenarnya sangat dianjurkan. Ziarah sendiri maknanya adalah mengunjungi. Ziarah kubur bisa diartikan sebagai sarana untuk mengingat kematian. Semakin ingat kepada kematian maka semakin dekat seseorang kepada perasaan tobat. Rosulullah sendiri menganjurkan untuk ziarah kubur. Tentu harus memperhatikan pula tata cara yang benar dalam hukum ziarah kubur.

Ziarah kubur yang biasa dilakukan oleh masyarakat di Indonesia ada yang sudah baik namun ada yang juga yang perlu diluruskan. Salah satu yang perlu diluruskan adalah perihal momentum ziarah kubur. Waktu ziarah kubur yang biasa diyakini oleh masyarakat Indonesia sebagai waktu yang afdhol adalah jelang Ramadhan dan jelang lebaran. Meskipun ziarah kubur itu dianjurkan, namun tidak harus terikat waktu seperti itu.

Semakin sering ziarah kubur sebenarnya semakin baik. Asalkan niatnya adalah untuk mengingat kematian bukan justru mencari pesugihan. Waktu pelaksanaan ziarah kubur tidaklah ada ikatan waktu. Mau kapan pun boleh. Justru ketika mengkhususkan waktu-waktu tertentu dan dianggap afdhol maka itu tidak pernah dicontohkan oleh Nabi Muhammad shollallaahu alayi wa sallam.

Terlebih lagi ada yang ziarah kubur untuk meminta berkah atau doa. Misalkan ada yang mau melakukan hajat seperti pernikahan atau semisalnya. Ada yang justru meminta berkah kepada penghuni kubur. Hal ini justru terbalik. Penghuni kubur itu yang semestinya membutuhkan doa dari anak-anaknya yang sholeh.



Download Video
Password: angkringan


EmoticonEmoticon