Tanda Lailatul Qadar, Udara Malam Terasa Tenang dan Matahari Tampak Cerah Paginya

(Ambiguistis) - Tanda Lailatul Qadar sebatas yang pernah diceritakan oleh Rosulullah dan para sahabat. Selebihnya jika ada yang mengatakan selain dari ciri dari Rosulullah dan para sahabat maka perlu pembuktian lebih rinci. Manusia tidak bisa memastikan kapan malam itu tiba. Tetapi setidaknya manusia beriman bisa sedikit memahami tanda alam yang terjadi saat malam Lailatul Qadar itu tiba.


Tanda malam Lailatul Qadar setidaknya ada 4. Mari kita simak apa saja tanda Lailatul Qadar:

  1. Udara dan angin sekitar terasa tenang. Sebagaimana dari Ibnu Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 

    لَيْلَةُ القَدَرِ لَيْلَةٌ سَمْحَةٌ طَلَقَةٌ لَا حَارَةً وَلَا بَارِدَةً تُصْبِحُ الشَمْسُ صَبِيْحَتُهَا ضَعِيْفَةٌ حَمْرَاء

    “Lailatul qadar adalah malam yang penuh kelembutan, cerah, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar lemah dan nampak kemerah-merahan.” (HR. Ath Thoyalisi. Haytsami mengatakan periwayatnya adalah tsiqoh /terpercaya)

  2. Malaikat menurunkan ketenangan sehingga manusia merasakan ketenangan tersebut dan merasakan kelezatan dalam beribadah, yang tidak didapatkan pada hari-hari yang lain.
  3. Manusia dapat melihat malam ini dalam mimpinya sebagaimana terjadi pada sebagian sahabat.
  4. Matahari akan terbit pada pagi harinya dalam keadaan jernih, tidak ada sinar. Dari Abi bin Ka’ab bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya,”Shubuh hari dari malam lailatul qadar matahari terbit tanpa sinar, seolah-olah mirip bejana hingga matahari itu naik.” (HR. Muslim) (Lihat Shohih Fiqh Sunnah II/149-150)
Intinya bahwa tidak ada kepastikan pada malam ke berapa. Umat Islam sebatas diberitahukan tanda alam Lailatul Qadar. Dengan begitu, ada hikmah yang perlu disikapi bahwa setiap malam bisa jadi tempat hadirnya Lalilut Qadar. Oleh karena itu pergiatlah tiap malam pada 10 akhir Ramadhan.


EmoticonEmoticon