Nasib Manusia Setelah Mati di Alam Kubur, Antara Orang Muslim, Munafik dan Kafir - Ustadz Khalid Basalamah

Tags

(Ambiguistis) - Kehidupan setelah kematian antara orang muslim, munafik dan kafir tentu berbeda. Kalau yang meninggal adalah orang muslim, maka malaikat rahmat akan menaunginya. Ruhnya akan diperlakukan dengan sangat baik. Ketika ia akan dikubur pun, ia ingin segera menempati tempat yang nyaman di sana. Pertanyaan demi pertanyaan dari malaikat saat ia dikuburkan dapat ia jawab dengan baik. Meskipun tanpa latihan sama sekali atau tanpa contekan pun ia bisa menjawab dengan lancar. Kemudian, ia akan ditemani oleh amal sholehnya semasa hidup dengan bentuk yang indah dan wangi. Tidak hanya itu, ia akan diperlihatkan tempat singgahnya kelak di surga. Jadi justru ia ingin agar hari kiamat itu segera terjadi agar bisa memasuki surganya.

Berbeda dengan nasib orang munafik dan kafir. Mereka akan mendapatkan yang setimpal sesuai amalnya semasa hidup. Ketika akan dikuburkan, mereka berteriak-teriak memohon agar tidak dibawa ke kubur. Meskipun manusia dan jin tidak bisa mendengar, namun hewan diperkenankan oleh Allah untuk mendengar jeritan itu. Dalam sebuah hadits diijelaskan, jika manusia dan jin mendengar niscaya hilanglah kesadarannya.

Ketika sampai di alam kubur dan pengantar jenazahnya pulang, malaikat pun datang menanyakan pertanyaan kubur padanya. Ia pun kesulitan untuk menjawab. Siksaan demi siksaan akan diterimanya hingga datang hari kiamat. Ia akan ditemani oleh amal buruknya yang berwujud seperti manusia namun memiliki penampilan yang menjijikkan dan berbau busuk.

Ia akan mendapatkan perlakuan yang sangat buruk. Tubuhnya digencet dalam kubur karena semakin menyempit sebagai salah satu bentuk siksa. Dalam alam kubur itu, ia diperlihatkan tempat kediamannya kelak di neraka. Ia hanya bisa merintih dan memohon agar kiamat tidak segera datang.

Simak pemaparannya dalam ceramah Ustadz Khalid Basalamah di bawah ini:



Download Video
Password: angkringan


EmoticonEmoticon