Kapan Malam Lailatul Qadar Bulan Ramadhan 2017 Muncul?

(Ambiguistis) - Malam Lailatul Qadar pada bulan Ramadhan 2017 ini masih menjadi misteri sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Ada hikmah tersendiri kenapa Allah merahasiakannya. Hampir semua kaum muslimin merindukan malam itu. Sebab keutamaannya begitu besar. Tidak sedikit pula yang lebih memilih menghabiskan 10 hari terakhir untuk i'tikaf di masjid sebagai tuntunan Rosulullah. Tapi ada pula yang siangnya saja mereka menyibukkan diri i'tikaf di masjid namun siangnya beraktivitas sebagaimana biasa.


Kenapa waktu malam Lailatul Qadar menjadi rahasia

Allah memiliki rencana untuk hamba-Nya. Sebagai orang beriman, kita hanya bisa mengambil hikmah dari segala kejadian yang terjadi. Salah satunya adalah dirahasiakannya malam Lailatul Qadar oleh Allah. Harusnya dengan hal tersebut, umat beriman bisa mengambil sisi positif yakni harus mempergiat untuk beramal sholeh pada akhir-akhir Ramadhan. Terutama dengan membaca Al Quran karena bulan Ramadhan adalah bulannya Al Quran. Ketika malam Lailatul Qadar sudah Allah beritahukan waktunya maka yang terjadi adalah umat Islam hanya akan beribadah pada hari itu saja. Sedangkan di hari-hari lain bisa jadi disepelekan.

Kapan malam Lailatul Qadar 2017 hadir?

Menurut hadits Rosulullah shollallaahu 'alayhi wa sallam, terjadinya Lailatul Qadar adalah disepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan. Mari kita simak hadits-hadits yang berkenaan dengan malam Lailatul Qadar di bulan Ramadhan 2017.

10 malam terakhir adalah waktu munculnya Lailatul Qadar


تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

“Carilah lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari)

Malam-malam ganjil adalah turunnya Lailatul Qadar


تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

“Carilah lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari)

Hadits dari Ibnu Umar bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْتَمِسُوهَا فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ – يَعْنِى لَيْلَةَ الْقَدْرِ – فَإِنْ ضَعُفَ أَحَدُكُمْ أَوْ عَجَزَ فَلاَ يُغْلَبَنَّ عَلَى السَّبْعِ الْبَوَاقِى

“Carilah lailatul qadar di sepuluh malam terakhir, namun jika ia ditimpa keletihan, maka janganlah ia dikalahkan pada tujuh malam yang tersisa.” (HR. Muslim)

Pendapat Ulama yang lebih kuat tentang kapan malam Lailatul Qadar muncul

Disebutkan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari bahwa lailatul qadar itu terjadi pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir dan waktunya berpindah-pindah dari tahun ke tahun. Mungkin pada tahun tertentu terjadi pada malam kedua puluh tujuh atau mungkin juga pada tahun yang berikutnya terjadi pada malam kedua puluh lima tergantung kehendak dan hikmah Allah Ta’ala. 

Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

الْتَمِسُوهَا فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى تَاسِعَةٍ تَبْقَى ، فِى سَابِعَةٍ تَبْقَى ، فِى خَامِسَةٍ تَبْقَى

“Carilah lailatul qadar di sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan pada sembilan, tujuh, dan lima malam yang tersisa.” (HR. Bukhari)


EmoticonEmoticon