Fenomena Sebutan Ustadz Sunnah, Apakah Milik Kelompok Tertentu? - Ustadz Oemar Mita

Tags

(Ambiguistis) - Istilah Ustadz Sunnah atau Ustadz Salaf sedang ramai diperbincangkan. Muncul sebuah poster yang berisi daftar Ustadz Sunnah. Di satu sisi tidak ada salahnya ketika seseorang mendakwahkan sunnah. Namun ketika diklaim bahwasanya ustadz dalam daftar itu saja yang termasuk Ustadz Sunnah, lantas bagaimana status Ustadz selain di dalam daftar itu. Apakah akan ada istilah Ustadz Wajib, Ustadz Makruh, Ustadz Mubah, Ustadz Haram dan sebutan tidak jelas lain.

Konon, sebutan Ustadz Sunnah ini disematkan hanya kepada kelompok tertentu. Kelompok yang terkenal dengan kebanggaan dengan sunnah. Tapi di balik itu ada tabiat yang begitu kurang mengedepankan akhlak yakni mengklaim kelompoknya paling sunnah dan melabeli kelompok lain di luar sunnah. Mereka dengan ringan melabeli ustadz mereka dengan gelar Sunnah/Salaf/Al Atsar dan sebutan lain. Tapi ketika memandang ustadz lain tidak segan mereka jatuhkan.

Tidak sedikit ustadz di luar kelompok itu yang terkena tahdzir (peringatan). Jama'ahnya dilarang mengikuti kajian ustadz tertentu karena tidak satu kelompok. Padahal yang didakwahkan adalah sama-sama membawa Al Quran dan Sunnah.

Mari simak bagaimana sikap kita seharusnya ketika menghadapi persoalan demikian dalam video di bawah ini:


EmoticonEmoticon