Berikan Tulisan Ini Kepada Para Suami, Suami Terbaik Itu Suka Membantu Istrinya Saat di Rumah

(Ambiguistis) - Menjadi suami terbaik bukanlah hal mudah. Tapi juga bukan suatu hal yang sulit. Buktinya Rosulullah pun bisa, padahal ia pun manusia. Salah satu kebiasaan Rosulullah yang merupakan teladan suami terbaik adalah sering membantu istrinya saat di rumah.

Membantu istri adalah ciri suami terbaik

Jangan terlalu memikirkan ego, kadang para suami masih ada yang merasa gengsi untuk membantu pekerjaan istri di rumah. Mulai dari mencuci pakaian, mencuci piring, menyapu, mengepel hingga memasak. Padahal salah satu kebaikan seorang suami adalah ketika ia mampu meringankan beban istrinya. Meskipun demikian, sang istri juga jangan lantas semena-mena terhadap suami. 


Fenomena suami ditindas istri

Tidak sedikit pula suami yang tertindas oleh istrinya. Istri menjadi sosok yang lebih berkuasa dan berkeduduan tinggi. Akhirnya suami sekedar menjadi bawahan istri. Sikap suami seperti ini tidaklah dibenarkan. Suami punya kehormatan yang mestinya dijunjung oleh istri dan istri pun punya kemuliaan yang harus suami jaga. Ketika salah satunya merasa berkuasa maka tidak akan terjalin sakinah.

Fenomena istri ditindas suami

Tidak sedikit pula istri yang hanya menjadi babu di rumah sendiri. Suami sibuk dengan kehidupan luarnya. Tidak hanya itu, selepas kerja pun ia lebih memilih untuk menyambangi wanita lain. Sedangkan istrinya di rumah melaksanakan pekerjaan rumah yang amat banyak. Tidak hanya itu, bahkan ada pula suami yang malas-malasan. Akhirnya sang istri yang disuruh untuk bekerja. Bahkan, pernah pula ada kasus seorang suami menjual istrinya kepada lelaki hidung belang lalu sang suami menikmati uangnya.

Tengoklah cara Rosulullah memberi teladan

Coba lihat bagaimanakah contoh dari suri tauladan kita, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau berada di rumah.

عَنِ الأَسْوَدِ قَالَ سَأَلْتُ عَائِشَةَ مَا كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – يَصْنَعُ فِى أَهْلِهِ قَالَتْ كَانَ فِى مِهْنَةِ أَهْلِهِ ، فَإِذَا حَضَرَتِ الصَّلاَةُ قَامَ إِلَى الصَّلاَةِ

Dari Al-Aswad, ia bertanya pada ‘Aisyah, “Apa yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lakukan ketika berada di tengah keluarganya?” ‘Aisyah menjawab, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membantu pekerjaan keluarganya di rumah. Jika telah tiba waktu shalat, beliau berdiri dan segera menuju shalat.” (HR. Bukhari, no. 6039)

Dalam Syarh Al-Bukhari karya Ibnu Batthol rahimahullah disebutkan bahwa Al-Muhallab menyatakan, inilah pekerjaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di rumahnya. Hal ini wujud tanda ketawadhu’an (kerendahan hati) beliau, juga supaya umatnya bisa mencontohnya. Karenanya termasuk sunnah Nabi, hendaklah seseorang bisa mengurus pekerjaan rumahnya, baik menyangkut perkara dunia dan agamanya.

As-Sindi rahimahullah dalam catatan kaki untuk Shahih Al-Bukhari menyatakan bahwa membantu urusan rumah termasuk kebiasaan (sunnah) orang-orang shalih.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلاَّ رَفَعَهُ اللَّهُ

“Tidaklah seseorang tawadhu’ (merendahkan hati) karena Allah melainkan Dia akan meninggikan derajatnya.” (HR. Muslim, no. 2588)

Ingatlah suami terbaik adalah suami yang paling baik pada istri, anak dan keluarganya. Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِى

“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik pada keluarganya. Aku sendiri adalah orang yang paling baik pada keluargaku.” (HR. Tirmidzi, no. 3895. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih)


EmoticonEmoticon