Ustadz Sunnah Tidak Perlu Rekomendasi Rodja Atau Lainnya, Jangan Suka Tahdzir - Ustadz Oemar Mita

Tags

(Ambiguistis) - Rekomendasi itu adalah yang paling penting adalah konten yang disampaikan. Ketika yang disampaikan sesuai dengan sunnah maka dengarlah ia. Namun ketika dipertanyakan apakah harus meminta rekomendasi dari ustadz yang sudah terkenal sunnah. Lantas ada pertanyaan balik, ustadz siapa yang bisa menjamin dirinya sudah sesuai sunnah secara murni?

Ada ustadz yang diagungkan di luar negeri, tapi faktanya di sini tidak diakui. Lalu, sampai kapan sikap-sikap tidak menjaga ukhuwah ini akan dipelihara. Mau itu radio Fajri, Rodja, Wisho dan lainnya ketika mengikuti Sunnah maka ikuti ia. Namun ketika satu sama lain sudah saling mentahdzir dan memojokkan maka lantas sampai kapan aktivitas ini akan diteruskan.

Boleh jadi orang yang ditahdzir itu jauh lebih tinggi ilmunya daripada yang mentahdzir. Boleh jadi pula, satu guru dan satu ilmu tapi saling tahdzir karena tidak satu kelompok. Kalau kita ikuti irama seperti itu terus, lalu kapan kita akan mendakwahkan kepada umat siapa musuh kita sebenarnya dari kalangan kaum kafir.

Sudahlah ikhwah, masing-masing kita harus menjaga kehormatan saudaranya. Jangan menganggap kehormatan seseorang itu barang murahan. Lalu bisa seenaknya membongkar aibnya di depan umum. Tidak hanya itu lantas dikorek-korek kesalahannya.

Kalau mau memberikan rekomendasi, maka berilah rekomendasi atas pemahamannya. Bukan justru orangnya lalu orang tersebut dianggap sesat. Kemudian jama'ahnya diperingatkan agar menjauhi seorang ustadz. Itu bukan sikap yang berakhlak. Jika ada salah dalam pemahamannya maka nasihatilah sesuai akhlak yang benar. Jangan ketika orang di luar jama'ahnya dicela habis-habisnya saat salah tapi ketika masih satu kelompok tidak diperilakukan serupa.

Mari jaga akhlak dan jaga ukhuwah. Jangan saling menjatuhkan kehormatan saudara kita.


EmoticonEmoticon