Hukum Musik Religi yang Ramai Saat Bulan Ramadhan - Ustadz Oemar Mita

Tags

(Ambiguistis) - Ibadah yang dilarang adalah ketika menambahkan dan mengurangi dari sunnah Nabi. Selain itu, ada pula yang tasyabbuh dengan cara orang kafir dalam hal ibadah. Misalkan beribadah dengan musik. Ada sebagian orang di luar Islam yang selalu beribadah dengan musik. Mereka menangis dan merenung dengan musik.

Dalam Islam, mendengarkan musik atau memainkan musik akan menumbuhkan benih kemunafikan dalam hatinya. Nasihat dari Ustadz Oemar Mita, banyaknya orang yang melagukan Al Quran dengan alat musik akan kesulitan untuk memaknai Al Quran. Hatinya sudah gelap dengan musik. Keadaan ini ketika terus berlarut, maka ia akan tidak dapat lagi menanamkan isi Al Quran dalam hatinya.

Hati seseorang yang sudah terlanjur mencintai musik, akan jauh dari Al Quran. Tidak mungkin Al Quran dapat bersatu dalam hati dengan musik. Seperti halnya minyak dan air yang tidak dapat tercampur karena sejatinya Al Quran itu kebaikan dan musik itu banyak disisipi oleh kemunafikan.

Seburuk-buruk seorang muslim pun, ketika ia meninggal pasti lebih ingin dibacakan ayat Al Quran. Apa mau, ketika menjelang meninggal kemudian ditanya, nanti setelah meninggal mau dinyanyikan lagu dangdut atau rock.

Simak nasihat Ustadz Oemar Mita, Lc dalam video ceramah di bawah ini:


EmoticonEmoticon