Perbedaan Pacaran Zina dengan Nikah Halal - Ustadz Khalid Basalamah

Tags

(Ambiguistis) - Resiko selalu ada dalam sebuah tindakan. Baik itu tindakan kebenaran atau tindakan maksiat sekalipun. Namun perlu diingat, seberat apa pun resiko perbuatan baik, maka itu akan menjadi tambahan amal. Namun ketika resiko itu berkaitan dengan perbuatan dosa, maka ia hanya akan menambah beban dosa.

Salah satu bentuk zina yakni pacaran, memberikan dampak yang panjang. Baik itu sekedar hubungan biasa atau sampai pada hubungan di luar nikah. Jika sampai terjadi hamil di luar nikah karena pacaran, maka akan berdampak panjang. Baik itu kepada status sosialnya yang buruk hingga status anak yang boleh jadi diperolokkan di masyarakat. 

Berbeda dengan menikah halal. Hanya sebentar kalimat akad nikah diucapkan, tentu dengan menghadirkan saksi dan mahar. Setelah akad nikah maka semua aktivitas hubungan menjadi halal dan berkah serta berpahala.