BNPT Punya Penghargaan "Duta Damai" Bagi Penggiat Damai, Tapi Kenapa Ulama Dikriminalkan, Siapa yang Ngajak Ribut Coba?

(Ambiguistis) - Bukan perkara mudah untuk mengubah ideologi pelaku terorisme kembali ke jalan benar. Meski sudah dipenjara, banyak pelaku terorisme kembali melakukan aksi teror setelah keluar dari penjara.


Deputi Bidang Pencegahan Perlindungan dan Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Mayjen TNI Abdul Rahman Kadir mengatakan upaya deradikalisasi perlu waktu dan tidak mudah seperti membalik telapak tangan. Karena mengubah ideologi yang sudah tertanam di dalam diri seseorang memang membutuhkan waktu.

BNPT mencatat saat ini ada 250 napi terorisme yang tersebar di 77 lapas dan 1 rutan. Saat di dalam lapas, tidak semua bisa diajak mengikuti kegiatan bahkan banyak yang bersikap keras. Apalagi jika sudah keluar tentu akan lebih sulit lagi. Hampir 600 orang mantan napi teroris yang sudah keluar dari penjara. Namun yang diketahui keberadaannya baru 184 orang. Sehingga ada 416 orang mantan napi teroris belum ditemukan keberadaannya.

"Mantan pelaku teroris yang di luar atau di masyarakat hampir 600 orang. Yang kita temukan baru 184 orang yang tersebar di 17 provinsi, tahun ini kita cari lagi dimana mereka. Tidak semua dari mereka yang sudah keluar itu kehidupan ekonominya baik," kata Abdul Rahman Kadir pada 'Sarasehan Pencegahan Paham Radikal Terorisme Dan ISIS di Kalangan Penggiat Dunia Maya,' di Hotel Alana Yogyakarta, Kamis (2/3/2017).

Selain kondisi ekonomi yang tidak lebih baik, banyak mantan pelaku terorisme yang belum bisa diterima oleh masyarakat. BNPT berupaya membekali untuk bisa mencari mata pencaharian dan agar mereka bisa diterima di masyarakat.

Untuk mencegah beredarnya paham radikal teroris ini, BNPT juga menggandeng para penggiat dunia maya. Mereka diajak untuk meramaikan dunia maya dengan konten-konten damai dan anti radikalisme. Hal ini untuk memerangi banyaknya paham-paham radikal yang beredar melalui dunia maya.

BNPT telah memiliki 3 website yakni damailah Indonesiaku, jalan damai dan damai.id untuk mengkampanyekan anti terorisme. Web yang dibuat juga untuk melawan berita berita hoax yang meresahkan masyarakat. Tahun ini BNPT akan merekrut kembali para pegiat dunia maya untuk menjadi duta damai di 7 kota di Indonesia yang pengguna dunia mayanya tergolong besar. (Sumber: Detik)