Lelaki yang Tidak Boleh Ditolak Lamarannya - Ustadz Syafiq Reza Basalamah

Tags

(Ambiguistis) - Rasulullah shollallaahu 'alayhi wa sallam memperingatkan wanita atau orang tua (wali wanita) agar tidak menolak niat baik untuk menikah jika yang datang tersebut adalah lelaki yang baik agama dan akhlaknya. Jika tidak maka akan terjadi fitnah dan kerusakan yang besar.

«إِذَا أَتَاكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ خُلُقَهُ وَدِينَهُ فَزَوِّجُوهُ، إِلَّا تَفْعَلُوا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الْأَرْضِ وَفَسَادٌ عَرِيضٌ»

“Jika datang kepada kalian seseorang yang kalian sukai akhlak dan agamanya maka nikahkanlah. Jika tidak kalian lakukan maka akan terjadi fitnah di bumi dan kerusakan yang berat”. (HR. At Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah rodhiyallaahu 'anhu).


Menolak lelaki yang baik agama dan akhlaknya pertanda ada keinginan yang datang itu adalah lelaki yang banyak hartanya, atau hebat pangkatnya, atau keturunan orang-orang yang berharta dan berpangkat.

Kesemua faktor duniawi tersebut merupakan penyebab datangnya kerusakan, menyebabkan para lelaki berlomba-lomba mengejar harta dan pangkat lalu tidak memperdulikan halal dan haram. Inilah yang ditakutkan oleh Nabi Saw sehingga disebut sebagai fitnah dan kerusakan yang besar. (Syarh Sunan Ibn Majah bi Tahqiq Syeikh Muhammad Fuad Abdul Baqi jilid 1 hal. 632).