Hukum Puasa Hari Jumat, Sabtu, Minggu - Ustadz Khalid Basalamah

Tags

(Ambiguistis) - Mengkhususkan berpuasa pada hari Jum’at. Berdasarkan sabda Nabi sallallahu ’alaihi wa sallam:

لا تصوموا يوم الجمعة إلا أن تصوموا يوماً قبله أو يوماً بعده (متفق عليه)

“Janganlah engkau semua (mengkhususkan) berpuasa pada hari Jum’at kecuali engkau semua berpuasa sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya.” (HR. Muttafaq alaih)



Mengkhususkan berpuasa pada hari Sabtu, Berdasarkan sabda Rasulullah sallallahu ’alaihi wa sallam:

لا تَصُومُوا يَوْمَ السَّبْتِ إِلا فِيمَا افْتَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ ، فَإِنْ لَمْ يَجِدْ أَحَدُكُمْ إِلا لِحَاءَ عِنَبَةٍ أَوْ عُودَ شَجَرَةٍ )وحسَّنه وأبو داود، رقم 2421 وابن ماجه، رقم 1726، وصححه الألباني في "إرواء الغليل" رقم 960k رواه الترمذي، رقم 744)

“Janganlah kamu semua (mengkhususkan) berpuasa pada hari Sabtu kecuali apa yang Allah wajibkan kepada kamu semua. Kalau sekiranya salah seorang di antara kamu tidak mendapatkan kecuali kulit anggur atau pelepah pohon (untuk berbuka, maka berbukalah dengannya).”

(HR.Tirmizi, no. 744 dihasankan oleh Abu Daud, no. 2421, Ibnu Majah, no. 1726 dan dishahihkan oleh Al-Albany dalam kitab Irwaul Ghalil, no. 960.” Tirmizi mengomentari: ”Makna karohiyah dalam masalah ini adalah apabila seseorang mengkhususkan berpuasa pada hari Sabtu, karena kaum Yahudi mengagungkan hari Sabtu.”)