Jangan Tolak Lamaran Lelaki Sholeh Meskipun Ekonominya Kurang - Ust Syafiq Riza Basalamah

Tags

(Ambiguistis) - Dalam membahas kriteria mencari jodoh, kebanyakan yang dibahas adalah kriteria perempuan. Cukup jarang yang dibahas terkait poin-poin seberapa layakkah seorang lelaki diterima lamarannya. Ketentuan dalam Islam, telah dinyatakan oleh Rosulullah shollallaahu 'alayhi wa sallam bahwa tingkat kesholehan seorang lelaki adalah indikator utama. Selain itu, akhlaq dalam kehidupan sehari-hari juga harus diperhatikan apakah baik atau buruk.

Dijabarkan oleh Ustadz Syafiq Riza Basalamah terkait kriteria lelaki yang dilarang menolak lamarannya. Agama yang baik ditentukan dengan seberapa taatnya ia kepada Allah dan seberapa kuatkah hatinya dalam mengikuti sunnah Rosulullah. Kemudian, terkait akhlaq bisa ditinjau dari wataknya sehari-hari. Baik di tempat kerjanya atau di lingkungan tempat tinggal.

Cukup penting untuk disimak, bagi yang sudah siap menikah harap dipahami baik-baik. Status ekonomi tidaklah menjadi indikator kesholehan seseorang. Lelaki yang sholeh akan paham bagaimana cara menafkahi keluarganya. Namun lelaki yang kaya belum tentu paham cara yang baik untuk menafkahi keluarga. Meskipun demikian, sholeh dan kaya tetaplah lebih utama namun jangan sampai terbalik.