Israel Bikin Ulah Lagi, Zionis Memblokir Pengiriman Material Semen ke Jalur Gaza

(Ambiguistis) - Israel kembali membuat ulah dengan melakukan boikot. Jalur Gaza selama ini menjadi salah sasaran peluru dan roket Israel. Setiap harinya kerusakan terjadi dan gedung-gedung runtuh. Pasokan semen untuk membangun sarana dan prasana sangatlah diperlukan. Baru-baru ini, zionis Israel memblokir pengiriman bahan material semen ke Jalur Gaza.

“Pemerintah Israel memberitahu kami terkait keputusan mereka untuk menghentikan semua pengiriman semen ke Gaza pada hari Ahad (03/04), tanpa memberikan alasan apapun,” kata Raed Fattouh, seorang Kepala Komisi Palestina dikutip dari Anadolu Agency.


Uniknya, pemblokiran ini hanya berlaku bagi kaum Muslimin. Ia mencatat bahwa pemblokiran ini tidak diberlakukan untuk proyek yang diusung oleh Israel dan sekutunya seperti Relief and Works Agency PBB (UNRWA) di Gaza.

Alasan yang cukup aneh diungkapkan oleh pejabat Israel. Pejabat Zionis mengklaim, Hamas secara rutin telah mengambil alih semen impor tersebut untuk keperluan sendiri.

Kementerian tersebut juga menambahkan, jumlah semen yang memasuki Gaza melalui perbatasan Kerem Shalom (yang menghubungkan Mesir, Israel dan Jalur Gaza) saat ini masih sangat kurang untuk mencukupi 1,9 juta penduduk. Ia juga mengajukan keberatannya kepada Dewan Keamanan PBB untuk mencabut kebijakan Israel itu.

Sejak Hamas memerintah pada tahun 2007, pemerintah Israel kian gencar membatasi impor barang ke wilayah Gaza, yang berakibat pada kekuarangan semen dan bahan bangunan lainnya.

Menurut ketentuan perjanjian gencatan senjata pasca berakhirnya konflik pada tahun 2014, semua bahan bangunan yang masuk harus digunakan hanya untuk membangun kembali infrastruktur sipil.

Pada bulan Juli dan Agustus 2014, pemerintah Israel telah melancarkan serangan selama 51 hari untuk menargetkan basis-basis pertahanan Hamas serta menghancurkan roket yang ada.

Selama konflik Israel-Palestina, setidaknya 2.150 warga Gaza dikabarkan tewas, yang sebagian besar dari mereka adalah warga sipil di samping banyaknya infrastruktur juga hancur. (Ambiguistis/Kiblat)
Back To Top