Subhanallah, Muhammadiyah Gratiskan Sekolah Bagi Anak Siyono Korban Kejahatan Densus 88

(Ambiguistis) - Siyono (Allahu yarham) yang tewas akibat kejahatan Densus 88 kini meninggalkan seorang istri dan 5 anak. Anak dan istri Siyono terancam diusir oleh kepala desa karena kepala desa karena pasalnya kepala desa telah bekerja sama dengan aparat kepolisian. Termasuk kasus menghalang-halangi keluarga dan tim forensik Muhammadiyah untuk melakukan autopsi jenazah Siyono. Sebagai wujud solidaritas, Muhammadiyah akan menggratiskan biaya sekolah bagi anak-anak Siyono. Tidak cuma itu, kabarnya istri dan anak-anaknya akan dicarikan hunian gratis dan biaya hidupnya akan ditanggung.

Keluarga Siyono Allahu yarham bersama pengurus Muhammdiyah (Foto: Sangpencerah.com)

Ketua Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, Muhammadiyah akan terus mendampingi keluarga korban pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), Siyono. Dahnil mengatakan, Muhammadiyah akan membantu dari segi ekonomi dan pendidikan anak-anak Siyono yang berjumlah lima orang.

“Bayangkan anak-anak Bu Suratmi masih sangat kecil-kecil, setiap malam mereka menginggau ‘ayah ditembak-ayah ditembak,” kata Dahnil Ahad (3/4) dikutp dari Republika.

Dahnil menjelaskan, semangat Muhammadiyah dalam kasus ini ialah semangat membantu dalam ketaqwaan. Karena itu, Dahnil menambahkan, Muhammadiyah Klaten akan membantu Suratmi, istri Siyono yang tewas karena diduga teroris, dalam ekonomi. Ia mengatakan, pola berdakwah seperti ini yang sedang dilakukan oleh Muhammadiyah dan Pemuda Muhammadiyah.

Pola dakwah seperti ini menurutnya akan menangkis radikalisme. Karena, tambah Dahnil, anak-anak Siyono dapat mengalami trauma dan terjebak dalam radikalisme atau dendam. “Karena cara kita merangkul, membangun jembatan bukan membangun tembok,” katanya.

Dahnil mengatakan, Muhammadiyah sudah berkomitmen untuk terus mendampingi Suratmi dan anak-anaknya sampai mendapatkan keadilan. (Ambiguistis/ROL)
Tag : Berita
Back To Top