Pernikahan Islami, Tamu Ikhwan Akhwat Dipisah dan Pengantin Perempuan Jangan Dipajang - Ust Khalid Basalamah

(Ambiguistis) - Pesta pernikahan dalam Islam amatlah berbeda dengan pada umumnya yang kini diadaptasi dari kaum di luar Islam. Pernikahan (walimatul 'Urs) dalam Islam diatur dengan sangat baik. Mulai dari tata cara yang tidak boleh megah, cukup sederhana saja. Tamu undangan dipisah antara laki-laki dengan perempuan (ikhwan dan akhwat). Pemisahan tamu ikhwan dan akhwat diterapkan agar tidak terjadi campur-baur antara laki-laki dengan perempuan yang mana hal ini dilarang dalam Islam.

Selain itu, kedua mempelai juga hendaknya dipisah. Mempelai perempuan baiknya tidak dipajang di depan umum. Hal ini dapat mengakibatkan munculnya hasrat dari para tamu untuk melihat pengantin. Selain itu, hal ini juga untuk menjaga kehormatan kedua mempelai. Terlebih lagi sekarang umumnya tamu harus bersalaman dengan pengantin. Maka harus diperhatikan bahwa tidak boleh tamu perempuan salaman dengan pengantin laki-laki dan sebaliknya tamu laki-laki dilarang salaman dengan pengantin perempuan.

Simak penjelasan dari Ustadz Khalid Basalamah berikut ini:

Tag : Ilmiah
Back To Top