Lelaki yang Tidak Sayang Anak-Anak Tidak Layak Jadi Pemimpin - Ust Budi Ashari

(Ambiguistis) - Menyayangi anak-anak adalah sebuah bentuk bukti realisasi keimanan. Bahkan hal ini menjadi salah satu indikator seseorang itu baik menurut amirul mu'minin 'Umar bin Khoththob. 'Umar rodhiyallaahu 'anhu ketika memilih salah satu pemimpin di sebuah wilayah. Ketika itu 'Umar memanggil seseorang dari Bani Aslam.

Saat sampai di rumah 'Umar, sahabat ini mendapati 'Umar sedang melihat bermain dengan anak dan cucunya. Ia terheran karena melihat 'Umar, sang amirul mu'minin yang telah menaklukkan Roma dan Persia ternyata bermain-main dengan anak-anak.

Kemudian orang itu bertanya, "Anda ternyata bermain juga dengan anak-anak?". Gara-gara salah tanya ini, 'Umar pun bertanya balik padanya apakah ia meluangkan waktu dengan anaknya dan memberikan ciuman pada anaknya. Atas pertanyaan ini, lelaki itu pun menjawab tidak pernah. Maka lantas 'Umar tidak jadi mengangkatnya menjadi pemimpin.

Simak kajian Ustadz Budi Ashari berikut ini:

Tag : Ilmiah
Back To Top