Perihal Kematian Siyono, Komnas HAM Sebut Densus 88 Menumpas Teror dengan Menebar Teror

(Ambiguistis) - Kematian terduga teroris asal Cawas hingga kini masih memanas. Pekan ini, istri Siyono menyerahkan dua bungkus uang diam dari kepolisian agar keluarga tidak menuntut ke ranah hukum atas meninggalnya kepala keluarga. Uang diam ini diserahkan karena banyak sekali kejanggalan yang didapatkan pada tubuh Siyono. Ia diindikasikan meninggal karena dianiaya saat proses interogasi.

Sebuah acara pun digelar oleh Tv One dengan mengundang Komnas HAM dan Kopolnas. Komentar Komnas HAM pun cukup tegas. Menurut Manager Nasution, hasil investigasi Komnas HAM atas kematian Siyono didapati banyak kejanggalan.

Komnas HAM bahkan menyebutkan bahwa alasan kepolisian tidak masuk akal yang menyebutkan bahwa Siyono tewas karena berkelahi. Menurut Nasution, SOP seorang tahanan adalah diborgol tangan dan kaki serta diberikan tutup kepala. Cukup mustahil jika terjadi perkelahian selama interogasi. Ia pun menyebutkan pula bahwa Densus 88 telah menumpas teror dengan menebar teror. Anak-anak pun mengalami trauma dan sekarang belum ada tindakan dari pemerintah untuk mengatasi trauma tersebut.

Simak video rekaman dialog tersebut:

Tag : Berita
Back To Top