Tugas Berat Imam Mahdi, Kejayaan Islam Dimulai Kembali

(Ambiguistis) - Tugas Imam Mahdi setelah dibaiat untuk menjadi kholifah diakhir zaman adalah awal dimulainya kebangkitan Islam. Kemuliaan Islam akan melingkupi seluruh alamat semesta setelah itu. Al Mahdi akan dibaiat dan kemudian memimpin pasukan panji hitam untuk menaklukan negeri-negeri yang masih dijajah oleh bangsa Yahudi dan kawan-kawannya.

Kejayaan Islam dimulai kembali dipimpin oleh Imam Mahdi

Imam Mahdi segera memiliki pasukan bersenjata yang selanjutnya mengalahkan suatu pasukan yang dipimpin seorang Quraisy. Pemimpin Quraisy itu didukung oleh paman-pamannya dari suku Kalb yang kaya. Sesudah itu Al-Mahdi akan membebaskan negeri demi negeri.

Imam Mahdi mengusung panji-panji jihad ke seleruh penjuru negeri. Pada era keempat periode kekuasaan di bumi ini, dipimpin oleh Mulkan Jabariyyan. Mulkan Jabariyyan adalah para penguasa yang diktator. Sistem yang diterapkan adalah demokrasi dan hukum yang dianut sama sekali tidak berdasarkan hukum Islam yang utuh. Imam Mahdi beserta pasukan Thoifah Manshuroh akan berjihad di jalan Allah untuk memerdekakan negeri-negeri yang selama ini dikuasai oleh para Mulkan Jabriyyan.

Imam Mahdi akan mengawali suatu proyek besar membebaskan dunia dari penghambaan manusia kepada sesama manusia untuk hanya menghamba kepada Allah semata, Rabb dan Raja tunggal langit dan bumi. Al-Mahdi akan memastikan bahwa dunia diisi dengan sistem dan peradaban yang mencerminkan kalimah thoyyibah Laa ilaha illAllah Muhammadur Rasulullah dari ujung dunia paling timur hingga ujung paling barat.

Al-Mahdi akan memimpin umat Islam di akhir zaman untuk berpindah dari babak keempat kepemimpinan Mulkan Jabriyyan kepada babak kelima Khilafah ‘ala Minhaj An-Nubuwwah. Al-Mahdi dengan izin Allah akan mengisi bumi dengan keadilan sesudah bumi dipenuhi dengan kezaliman.

فَيَمْلَأُ الْأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلًا كَمَا مُلِئَتْ جَوْرًا وَظُلْمًا

“Maka Al-Mahdi akan memenuhi bumi secara merata dengan keadilan dan kejujuran sebagaimana sebelumnya bumi dipenuhi secara merata dengan kesewenang-wenangan dan kezaliman.” (HR.Ahmad, para perawinya tsiqat)

Source: Ustadz Ihsan Tanjung dalam BJKSD