Jika Belum Paham Ilmunya, Jangan Mencela Poligami - Ust Khalid Basalamah

Tags

(Ambiguistis) - Syariat Allah adalah mutlak untuk ditaati. Urusan sanggup atau tidak adalah sesuai kemampuan. Misalkan dalam sholat, jika seorang sedang sakit dan tidak sanggup untuk sholat dengan berdiri maka Allah berikan solusi dengan duduk. Bukan lantas ketika tidak sanggup sholat berdiri kemudian tidak mau sholat atau meninggalkan sholat selamanya. Seperti halnya puasa, jika tidak sanggup puasa maka boleh bagi seorang muslim untuk menggantinya dengan membayar fidyah.

Banyak syariat Islam yang dianggap sebagai memberatkan namun faktanya Allah selalu baik. Anggapan atau argumentasi yang mulai muncul dari bangsa liberal dan sekuler telah menyebarkan penyakit hati. Penyakit hati untuk membenci syari'at Allah. Misalkan poligami, digambarkan oleh orang-orang liberal dan sekuler sebagai kejahatan kelamin. Bukan hanya itu, poligami dicitrakan selalu buruk dan tidak adil.

Padahal Allah memberikan syari'at poligami untuk mencegah terjadinya perzinaan. Kini, zina dianggap biasa dan poligami justru dihujat habis-habisan. Sebut saja ada seorang da'i terkenal yang sering mengisi ceramah di televisi. Ketika ia poligami, seluruh orang Indonesia yang terkena virus liberal dan sekuler menghujat habis-habisan. Namun ketika ada seorang artis penyanyi melakukan zina dengan dua orang artis lain, bahkan sampai videonya disebar diinternet, justru disambut bak pahlawan. Ketika dipenjara pun, para gadis histeris.

Poligami bukan untuk dihujat, jika pun belum sanggup maka cukuplah solusi Allah dengan menikahi 1 saja. Poligami hanya untuk mereka yang sanggup. Lantas jika belum sanggup janganlah mencela poligami.


EmoticonEmoticon