Detik-Detik Kematian Mujahid, Tersenyum Tatkala Sakaratul Maut

Tags

(Ambiguistis) - Kematian adalah kewajiban bagi tiap makhluk. Hanyalah Allah yang tidak akan pernah merasakan kematian. Kematian manusia dibedakan menjadi kematian yang baik (khusnul khotimah) dan kematian yang buruk (su'ul khotimah). Keduanya adalah manifestasi dari perilaku semasa diberikan kesempatan hidup. Tentu setiap manusia ingin merasakan kematian yang baik. Namun hanya orang-orang terpilih yang merasakan nikmatnya mati syahid. Syahid adalah seni kematian yang paling indah.

Salah satu pejuang Islam yang terekam dalam video ini telah merasakan nikmatnya syahid. Ketika sedang melakukan perlawanan dengan musuh, salah seorang tertembak. Tidak tampak pada wajahnya ekspresi kesakitan akibat peluru yang mengenai tubuh. Justru tampak pada wajahnya senyuman. Hanya Allah, malaikat dan ia yang tahu apa yang membuatnya tersenyum indah tatkala menemui sakaratul maut.

Abu Hurairah rodhiyallaahu 'anhu meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap luka yang diderita muslim di jalan Allah akan dibiarkan seperti semula pada hari Kiamat. Luka tusukan nanti tetap mengucurkan darah yang warnanya seperti darah (dunia) namun baunya seperti Kasturi (HR Bukhari)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya di surga itu terdapat seratus kelas yang disediakan Allah untuk para pejuang di jalan-Nya, jarak masing-masing tingkatan adalah sejauh langit dan bumi. Ditengah-tengahnya terdapat surga Firdaus yang berada ditengah Arasy Allah dari sanalah air sungai-sungai surga memancar (HR. Bukhari).