Perjuangan Anak-Anak Penghafal Al Quran di Jepang

Tags

(Ambiguistis) - Penghafal Al Quran adalah orang-orang yang disayangi oleh Allah. Mereka adalah salah satu cara Allah menjaga kemurnian Al Quran. Tidak ada orang dari agama lain yang mampu menghafalkan kitabnya serupa dengan orang muslim dalam menghafalkan Al Quran. Maka benar sekali bahwasanya pahala bagi seorang penghafal Al Quran amatlah besar.

Orang tua yang mampu mendidik anaknya untuk menghafalkan Al Quran akan mendapatkan jaminan surga. Bahkan orang yang penghafal Al Quran ketika akan diberikan tempat di Surga, ia hanya disuruh untuk membaca Al Quran yang ia hafal. Hingga kapan pun ia mau berhenti maka tingkatan Surga yang ia tempati adalah sebatas banyaknya bacaan yang ia baca.

diriwayatkan oleh Tirmizi, 2914 dan Abu Daud, 1464 dari Abdullah bin Amr dari Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda:

 يقال لصاحب القرآن اقرأ وارتق ورتل كما كنت ترتل في الدنيا فإن منزلتك عند آخر آية تقرأ بها (والحديث صححه الألباني في السلسلة الصحيحة، 5/281 ، برقم 2240) 

“Dikatakan kepada pemilik Al-Qur’an, bacalah dan mendakilah. Bacalah dengan tartil sebagaimana engkau membaca secara tartil di dunia. Karena kedudukanmu di akhir ayat yang engkau baca.” (Hadits ini dishahihkan oleh Al-Albany dalam As-silsilah As-Shahihah, 5/281 no. 2240)

Betapa gigih anak-anak di Jepang ini berjuang menghafal Al Quran. Penghafal Al Quran di Jepang tidaklah banyak. Jepang terkenal dengan negara yang bebas. Film dewasa bukan hanya dimainkan oleh orang asli, bahkan kartun pun begitu banyak yang merusak generasi. Namun anak-anak penghafal Al Quran di Jepang ini tidak tergoda untuk menyentuh hal-hal tersebut.

Mari simak perjuangan anak-anak penghafal Al Quran di Jepang berikut ini: