Seorang Penumpang Dieliminasi dari Bus Karena Berstatus Muslim di Inggris

Tags

(Ambiguistis) - Sebuah perilaku diskriminatif kembali diperbuat oleh warga Inggris. Kejadian ini terjadi di sebuah bus. Ada seorang muslim yang dipaksa turun karena dianggap mengganggu penumpang lain.

Seperti dikutip dari World Bulletin, Selasa (08/12), pria Muslim itu pun harus digiring keluar setelah penumpang wanita mengeluhkan keberadaannya di dalam bus jurusan London, Inggris tersebut.

Bus National Express London

Seorang mahasiswa yang kuliah di Universitas Bristol menjadi saksi atas perbuatan tersebut. Pasalnya petugas bus saat itu menyanggah bahwa penumpang muslim tersebut diusir karena status keislamannya. Namun pernyataan petugas tersebut berbeda dengan kesaksian salah seorang penumpang mahasiswa ini.

“Aku tidak bisa percaya apa yang aku lihat. Mereka membuat perasaan mereka sangat jelas. Begitu pria itu duduk, salah satu wanita menemui sopir untuk berbicara, kemudian kernet mendatanginya dan meminta pria itu untuk turun,” ujar Ribka Makinde, mahasiswa yang menjadi saksi dalam bus tersebut.

Makinde menyatakan terkejut atas aksi Islamophobia ini, meskipun staf bus hanya berusaha untuk memberikan pelayanan yang nyaman.

“Saya mengerti bahwa kernet bus ingin penumpang merasa nyaman. Tetapi tidak jika itu berasal dari keyakinan yang berdasar pada Islamophobia seseorang dan dengan mengorbankan penumpang lainnya. Saya benar-benar terkejut,” tuturnya.

Perusahaan bus ini sendiri membantah tuduhan tersebut dan berusaha untuk menanggapi keluhan-keluhan atas insiden ini yang datang melalui Twitter.

Selain itu, perusahaan ini juga mengatakan bahwa pria yang bersangkutan naik dengan kelebihan bagasi yang menyebabkan masalah bagi sejumlah pelanggan kami yang lain.

Perusahaan juga mengklaim, pria Muslim ini menolak untuk menempatkan kelebihan bagasinya di dalam palka ketika diminta, dan berlaku kasar terhadap stafnya, dan bersikeras bahwa tindakan stafnya sudah benar sembari mengatakan, tuduhan-tuduhan serius ini tidak berdasar dan tidak benar.

Tindak Islamophobia di Inggris telah berulang kali terjadi. Bulan lalu, sebuah masjid di London mendapat lemparan bom molotov. Sebelumnya, seorang tak dikenal melalui surat elektronik mengeluarkan ancaman akan membakar masjid. (Ambiguistis/ World Bulletin/ Kiblat)