Muslimah Berjilbab Asal Indonesia yang Kuliah di Jepang Ini Jelaskan Soal Islam Kepada Pemuda Jepang

Tags

(Ambiguistis) - Berdakwah bukanlah selalu dengan lisan di atas mimbar atau sekedar tulisan yang memunuhi belantika dunia jurnalistik atau kepenulisan. Dakwah dengan perilaku salah satu langkah tepat untuk membuktikan bahwa Islam adalah agama yang memiliki aturan ketat namun paling mudah dijalankan serta aman dunia akhirat. Suatu ketika terjadi dialog antara seorang muslimah asal Indonesia dan seorang pemuda Jepang. Pemuda Jepang tersebut bertanya tentang beberapa aturan dalam Islam yang ia anggap unik.

Muslimah berjilbab asal Indonesia tersebut bernama Nida. Video ini diunggah oleh Ritsumeikan APU Culture Talk. Di Ritsumeikan APU (Asia Pacific University) banyak berkumpul pelajar dari berbagai negara. Pada momen kali ini, Ritsumeikan berbagi sebuah dialog yang merupakan salah satu proyek untuk mengenalkan kebudayaan dan juga aturan hidup yang berlangsung di masyarakat masing-masing.

Pembahasan pertama yang diajukan oleh pemuda Jepang tersebut adalah seputar makanan. Ia menawarkan kepada Nida sebuah makanan ringan yang merupakan salah satu snack buatan Jepang. Snack tersebut berupa daging seperti sosis. Nida pun bertanya ketika disebutkan bahwa itu terbuat dari daging. Lalu pemuda Jepang itu pun memberitahukan bahwa snack tersebut terbuat dari daging ayam, daging sapi dan daging babi. Nida pun menolak dengan halus seraya berkata, "I can't eat pork". 

Pemuda Jepang itu pun kembali bertanya, "Why,,,why?"

"Because it's my religious rules", jawab Nida.

Pembahasan berikutnya adalah seputar jilbab. Pemuda itu pun bertanya, kenapa Nida memakai kerudung. Nida pun menjawab bahwasanya itu adalah kewajiban, aturan dalam Islam. Hanya beberapa orang saja yang dapat melihatnya tanpa jilbab.

Pemuda itu pun bertanya, siapa saja yang dapat melihat rambutnya. Nida menjelaskan bahwa lelaki yang bukan termasuk keluarganya tidak dapat melihatnya. Pemuda Jepang itu pun bertanya, bagaimana dengan perempuan. Nida pun menjawab hanya jika perempuan itu bisa menjaga rahasianya maka itu boleh seperti seberapa panjang rambutnya dan sebagainya. 

Berikutnya, Nida menjelaskan bahwa perempuan muslimah tidak boleh berpegangan tangan dengan lelaki. Seperti saat berjabat tangan, hal itu dilarang dalam Islam. Mendengar itu, si pemuda Jepang ini pun tertawa heran sembari berkata, "Really?".

Pemuda Jepang itu pun mengatakan bahwa ia adalah seorang berkeyakinan Budha. Pada akhir diskusi, pemuda itu menjelaskan bahwa di Jepang terjadi percampuran yang tampak dari beberapa agama seperti budha dan kristen. Menyikapi hal ini, Nida pun ditanya bagaimana tanggapannya dengan keragaman budaya di Jepang.

Nida menjawab, "Because they can understand me, so it's my turn to understand others".

Mari simak percakapan mereka berdua dalam bahasa Inggris secara lengkap: