Dua Pemuda Palestina Tewas di Tangan Tentara Zionis Israel Saat Penggeledahan

(Ambiguistis) - Kamp pengungsian di Qolandia, Palestina kembali diserang tentara zionis Israel. Kementerian Kesehatan setempat pun mengumumkan bahwa dua pemuda Palestina terbunuh di kamp pengungsi Qolandia. Peluru-peluru zionis tak hentinya menghujani warga Palestina.

Bukan kali pertama dalam sebuah operasi yang dilancarkan tentara zionis disertai aksi pembunuhan. Kali ini operasi penggeledahan yang dilakukan tentara Israel di kamp pengungsi Qolandia tersebut pun harus memakan korban jiwa.

Ilustrasi: seorang warga Palestina dipukuli oleh tentara zionis israel

Pemuda Palestina yang menjadi santapan peluru tentara zionis tersebut dikarenakan mereka menghalau tentara Israel. Proses penggeledahan tersebut terkadang diwarnai aksi tidak senonoh jika dilakukan terhadap muslimah.

Surat kabar Israel “Haaretz” menjelaskan, kematian dua pemuda Palestina tersebut, disebabkan karena mereka berdua berusaha menghalangi proses penggeledahan oleh tentara Israel. Surat kabar tersebut juga menjelaskan, bahwa baku tembak sempat terjadi, dan mengkibatkan 3 tentara Israel terluka.

Tim medis Red Crescent Palestina mengatakan bahwa hingga menjelang fajar Rabu, (16/12), telah menerima 68 pasien luka-luka di kamp Qolandia dan daerah Dahisyah Dekat Baitul Lahm, wilayah selatan Tepi Barat.

Pihak Red Crescent juga menambahkan, bahwa empat orang yang terluka akibat tembakan dipindahkan dari kamp pengungsi Qolandia ke Palestinian Medical Complex. Di antara mereka ada yang terluka parah di bagian perut.

Sementara di kamp Qolandia, pihak Bulan Sabit Merah masih merawat tiga orang yang terkena tembakan senjata api. Tujuh orang yang terluka akibat peluru karet, dan 54 orang sesak napas akibat menghirup gas beracun yang di semprot tentara Israel di kamp pengungsian.

Saksi mata menceritakan bahwa tentara Israel mulai melakukan pengeledahan pada pukul 01.00 malam. Pengeledahah itu bertujuan untuk menangkap beberapa orang yang berpengaruh di Tepi Barat. (Ambiguistis/Al Jazeera/Kiblat)