Gak Papa Ustadz Anak Saya Pacaran di Rumah Daripada di Luar Gak Jelas dengan Siapa

Tags

(Ambiguistis) - Negara Indonesia adalah negara demokrasi. Demokrasi sejati seharusnya adalah hukum yang membebaskan setiap orang untuk bertindak sesukanya. Karena hukum demokrasi adalah dari rakyat, untuk rakyat dan oleh rakyat. Namun anehnya masih banyak kegiatan masyarakatnya dianggap melanggar hukum. Semestinya bebas dan tidak terlalu ketat. Logika ini menjangkiti masyarakat. Bahkan dalam kehidupan beragama pun, substansi demokrasi juga dikedepankan. Misalkan ketika membahas perihal hukum Islam, maka banyak orang berkata "Di masyarakat umumnya gini, ikut yang umum-umum aja gak usah dikit-dikit dalil".

Termasuk dalam hal mendidik anak agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas. Ada orang tua yang berkata, "Gak Papa Anak Saya Pacaran di Rumah Daripada di Luar Gak Jelas dengan Siapa". Kalimat ini keluar dari keluarga muslim. Alangkah rusaknya keluarga jika setiap orang tua memiliki pemikiran seperti itu. Pacaran dalam Islam adalah perbuatan tercela yang masuk dalam ranah zina. Ini justru orang tua mengizinkan anaknya berzina dan menjadikan rumahnya tempat zina. Jelas dosa akan ditanggung oleh seisi rumah.

Simak penjelasan ustadz Khalid Basalamah berikut ini: