Polwan Berjilbab Muslimah Ini Membuat Perubahan Besar Pada Kepolisian Australia

(Ambiguistis) - Seorang muslimah sudah menjadi kewajiban untuk menutup aurot dengan memakai jilbab. Apa pun profesi yang digeluti, kewajiban berjilbab tidak akan pernah gugur. Seperti kisah seorang Polwan di Australia satu ini. Ia adalah seorang Polwan berjilbab muslimah yang bernama Maha Sukkar.

Polwan berjilbab ini bertugas di Multicultural Liaison Unit di Kepolisian Victoria.


"Muslim di sini memang minoritas, memakai jilbab di sini mencerminkan keyakinan saya dan komunitas Islam. Dalam komunitas, saya harus meyakinkan komunitas Islam di sini untuk bekerja sama dengan polisi," tuturnya saat diwawancarai di Kantor Kepolisian Victoria, Melbourne, pada Oktober 2015 silam.

Polwan berjilbab muslimah ini amat gemar membantu orang lain. Namun di balik semua kasus, trauma akibat kekerasan merupakan kasus yang membuatnya sering berduka.

"Sukanya itu saya bahagia karena bisa menolong orang lain. Dan, membuat mengerti soal polisi dan tugas-tugas kepolisian, memberikan pengertian bahwa komunitas migran itu bagian dari budaya ini. Dukanya saat melihat trauma, saat melihat warga menjadi korban," tuturnya.

Maha Sukkar juga telah membuat atasannya mengubah kebijakan. Sebelum belum ada Polwan berjilbab muslimah yang terdaftar. Sudah 11 tahun sejak kehadirannya di kepolisian Australia, peraturan tersebut berlaku yang mengakomodasi statusnya sebagai seorang muslimah. Termasuk dalam urusan sholat 5 waktu.

"Sebelas tahun lalu saat saya bergabung di Kepolisian Victoria, tak ada polisi yang memakai hijab di Australia. Saat saya bergabung, aturan berubah, mereka mengakomodasi polisi dari semua kalangan, termasuk Islam, sebelas tahun lalu," demikian kata Maha Sukkar, polisi berpangkat Senior Constable.

"Pertama kali orang melihat saya terus memandang seperti 'Mmmm.. benda apakah kamu? Dan saya mengatakan saya adalah seorang muslimah, saya memakai hijab, dan kadang saya bercanda saya adalah ninja atau smurf. Senyum yang lebar akan meruntuhkan semua halangan dan memulai percakapan," tuturnya.

Bukan hanya Maha Sukkar, ada pula Polwan muslimah lain yang serupa.

"Ada 2 polisi berhijab di sini, tapi kami punya Victoria Police Moslem Association, 35 orang anggotanya," imbuhnya.

Source: Australia Plus ABC
Editor: Ambiguistis