Perawat Indonesia yang Akan Dikirim ke Jepang 2016 Mulai Dilatih Bahasa Jepang

Tags

(Ambiguistis) - Para calon perawat Indonesia yang akan diberangkatkan ke Jepang tahun depan telah mendapatkan pelatihan bahasa Jepang. Sejumlah 293 orang perawat yang akan dikirim ke Jepang ini akan dilatih berbagai hal yang mendukung untuk bekerja di sana. Tiap tahunnya, pengiriman perawat ke Jepang semakin marak. Mengingat Jepang merasa puas atas kinerja para perawat Indonesia. Gaji mereka pun kemungkinan akan naik hingga 30 juta lebih.

Ruang MRI Rumah Sakit Kyoto Jepang.
Ke-193 perawat ini dilatih oleh Japan Foundation di Pusat Pelatihan Bahasa milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, di Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, Jumat (27/11/2015). Jepang makin diminati para pencari kerja di luar negeri.

Direktur Japan Foundation Indonesia, Tadashi Ogawa K, sangat antusias dengan kerja sama yang dijalin oleh Indonesia dengan Jepang. Perawat sangat dibutuhkan di Jepang.

"Peserta pelatihan bahasa Jepang ini nantinya dipersiapkan sebagai nurse dan careworker, dan akan ditempatkan di beberapa rumah sakit dan panti jompo di Jepang," kata Tadashi.

Sementara itu, Deputi Penempatan BNP2TKI Agusdin Subiantoro menyampaikan terima kasih kepada Japan Foundation, dan para pihak yang telah memberikan dukungan terselenggaranya pelatihan bahasa Jepang ini. Agusdin berpesan agar para peserta memanfaatkan waktu dengan baik dan disiplin.

"Kalau sudah kerja di Jepang jangan jorok, ingat Pemerintah Jepang telah membiayai pelatihan ini dengan baik, dan saudara nantinya akan menjadi duta di Jepang, karena itu harus dapat mempertahankan kepercayaan pemerintah Jepang. Imbangi dengan kerja keras, belajar serius sehingga lulus," pesan Agusdin.

Agusdin mengatakan sejak 2008, tenaga perawat dan pengasuh yang bekerja di Jepang mencapai 1.530 orang. Pemerintah Jepang hingga saat ini selalu menambah permintaannya.

"Ini merupakan tantangan kita bersama untuk memenuhi permintaan nurse dan careworker, karena itu perlu sinergitas yang tinggi dan sungguh sungguh dari pihak pihak yang terlibat untuk mensukseskanya," tutup Agusdin.

Akhmad Khamidin yang mewakili para peserta berjanji akan belajar dengan sebaik-baiknya sehingga lulus, dan dapat bekerja di Jepang. (Ambiguistis/Kompas)