Maksud Hati Bercanda Mengaku Bawa Bom di Pesawat Tapi Malah Dipolisikan

Tags

(Ambiguistis) - Tidak sedikit kasus kriminal terjadi diawali oleh niat bercanda. Seperti kasus perusakan bunga yang diakui sebagai simbol Gunungkidul yang awalnya hanya berniat cari sensasi. Tapi untuknya pelaku perusakan taman bunga sudah meminta maaf kepada warga Jogja yang merasa risih dengan sikap sombongnya. Kini ada kasus serupa yang awalnya hanya bercanda tapi ujungnya hingga dipolisikan. Seorang penumpang Batik Air mengaku membawa bom ke dalam pesawat.


Ada penumpang yang mengaku kepada Pramugari bahwa ia membawah bom. Pesat dengan rute Ambon-Jakarta itu pun akhirnya bertindak tegas. Pramugari mencoba bertanya isi dari barang tersebut, penumpang menyatakan barang tersebut adalah bom. Penumpang tersebut menyatakan soal bom sebanyak 3 kali.

Kedua pramugari bertanya mengkonfirmasi pernyataan penumpang, dia tetap berkata itu bom. Lalu pramugari melapor ke Pilot In Command (PIC) soal kejadian di kabin.

PIC kemudian melapor ke pihak keamanan bandara. Tindakan tegas langsung diambil dengan mengamankan penumpang dan kardus yang disebut berisi bom itu. Namun orang tua pelaku pun ikut turun dan mengancam Pilot bahwa ia adalah anggota dewan. Maksud hati ingin diperhatikan, namun pesawat tetap meninggalkan penumpang itu dengan berangkat tepat sesuai jadwal setelah mendapatkan laporan aman dari pihak keamanan.

Menurut Barata dilansir Detik.com, kejadian tersebut benar terjadi pada Kamis 26 November 2015 sekitar pukul 19.33 waktu setempat. Penumpang yang dimaksud berinisial BS, duduk di kursi 3F. Penumpang tersebut berangkat bersama orang tuanya berinisial NS yang adalah seorang jenderal TNI.

"Kejadian berawal saat pramugari menanyakan isi dari bungkusan yang dibawa, kemudian dijawab bom. Pramugari sempat menanyakan sebanyak 3 kali namun tetap dijawab bom. Selanjutnya pramugari melaporkan kepada Capten Pilot. Oleh Capten Pilot ditindaklanjuti dengan menurunkan penumpang," demikian keterangan tertulis yang disampaikan Barata, Minggu (29/11/2015).

Dari hasil scanning X-Ray, barang yang dibawa penumpang tersebut bukan bom atau barang berbahaya. Penumpang yang bersangkutan ditolak untuk diangkut, lalu dilanjutkan investigasi oleh AvSec Bandara.

"Setelah itu penumpang yang bersangkutan diserahkan kepada pihak Kepolisian guna tindak lanjut penegakan hukum," demikian akhir keterangan tertulis dari Barata. Hingga berita diturunkan, pihak Lion Group belum memberikan konfirmasi. (Ambiguistis/Detik)