Antara Romadhon, Pemilu 2014 Dan World Cup

Tags

SenyumPerawat.com - Romadhon 1435 Hijriah yang bertepatan dengan tahun 2014 ini menjadi terkesan bias. Romadhon 2014 diliputi aroma politik demokrasi dan perhelatan piala dunia 2014. Entah dianggap berpengaruh atau tidak namun perbincangan di mana-mana selalu berhawa politik dan bola.

Romadhon yang harusnya diliputi dengan ketenangan dan kekhusyu'an dalam beribadah hanya kepada Allaah, terbiaskan dengan hal-hal kecil yang dianggap besar. Mimbar-mimbar masjid pun tak luput dari perbincangan tentang politik. Tak dipungkiri pula banyak da'i yang tak mengerti hakikat tauhid justru menganjurkan ikut demokrasi. Dengan berbagai macam dalih memelintir ayat-ayat Allaah agar demokrasi yang jauh dari Islam itu menjadi terkesan Islami. Biar bagaimana pun, Islam tidak akan tegak dengan demokrasi.

Lain tempat lain pula pembahasan. Sepak bola yang tak pernah habis untuk dibahas seolah turut mewarnai Romadhon 1435 H. Tengah malam yang bertepatan dengan waktu sahur kaum Muslimin diiringi dengan pertandingan sepak bola. Ada yang merasa terganggu tentunya namun juga ada yang begitu bahagia. Entah apalah itu yang pasti tidak sedikit orang yang melenakan sholat shubuh lantaran semalaman tidak tidur karena menyaksikan tiap pertadingan piala dunia 2014. World cup 2014 yang sudah mendekati babak akhir itu tentu akan begitu menyita mata kaum Muslimin.

Demikianlah Allaah menguji tiap hamba-Nya dengan berbagai ujian. Ujian di situ bisa saja hal-hal yang kita sukai atau hal-hal yang kita benci. Salah satu hal yang kita sukai adalah bola. Tentu bagi yang tidak lulus ujian ini Allaah punya rahasia di balik itu semua. Ujian lain berupa pemilu 2014 yang penuh fitnah itu. Entah itu berita tentang Mr. Jokowi atau Mr. Prabowo yang jelas jika Islam tidak menjadi landasan hukum tentu tetap saja tidak sah dalam Islam ia disebut sebagai Ulil Amri karena Ulil Amri itu menerapkan syari'at Islam dari A-Z.

Penting untuk kita renungkan, sudahkah 'ibadah shoum kita maksimal. Jika belum maka lebih baik fokus pada optimalisasi ibadah kita kepada Allaah karena puasa itu perintah Allaah dan untuk Allaah maka Allaah sendiri yang menentukan balasannya.


EmoticonEmoticon